Marketing Langit
17 Teknik Closing
Setting Baofeng UV-5R
Setting Frekuensi Repeater HT Baofeng UV-5R
Setting Repeater Pada HT Baofeng UV-5R / UV-5RA
Contoh untuk RX: 439.000 MHz dan TX: 437.000 MHz (UHF) TONE: 94.8 Hz
Hidupkan transceiver.
Tekan tombol Menu, lanjutkan dengan tekan tombol angka 7 (masuk ke Menu #7) ke Menu TDR: ON atau OFF.
Tekan tombol Menu (tanda panah berpindah kebawah), tekan tombol panah keatas atau kebawah sehingga tampilan menunjukkan pilihan OFF. Hal ini dilakukan untuk mematikan fitur Dual Watch pada pesawat.
Tekan tombol Menu untuk menyimpan perubahan.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Tekan tombol Menu, lanjutkan dengan tekan tombol angka 3 dan tombol angka 5 (masuk ke Menu #35) ke Menu STE: Repeater Tail Tone Elimination (menghilangkan transmisi akhir dengan tone dari repeater).
Tekan tombol Menu (tanda panah berpindah kebawah), tekan tombol panah keatas atau kebawah sehingga tampilan menunjukkan pilihan OFF. Hal ini dilakukan untuk mematikan fitur Repeater Tail Tone Elimination pada pesawat.
Tekan tombol Menu untuk menyimpan perubahan.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Tekan tombol V/M (VFO/Memory), tombol warna oranye untuk memilih Mode VFO.
Setting TX Tone (Hz), tekan tombol Menu dikuti angka 1 dan 3 (Menu #13), setting T-CTCS (Tone untuk TX).
Tekan tombol Menu untuk berpindah ke pilihan frekuensi Tone (Hz), pilih (dengan menekan tombol keatas atau kebawah). Pilih Tone dengan frekuensi 94.8 Hz (Frekuensi Tone disesuaikan dengan standard pada Repeater yang hendak digunakan).
Tekan tombol Menu untuk Menyimpan perubahan.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Setting Repeater OFFSET (Geseran frekuensi TX dan RX mengikuti frekuensi TX dan RX repeater). Tekan tombol Menu diikuti angka 2 dan angka 6 (Menu #26) untuk masuk ke Menu OFFSET.
Tekan tombol Menu untuk mengubah nilai OFFSET frekuensi yang akan digunakan. Dalam hal ini nilai 02.000 untuk 2 MHz.
Tekan tombol Menu untuk menyimpan perubahan.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Setting Frekuensi SHIFT ( + atau –): tekan tombol Menu diikuti angka 2 dan angka 5 (Menu #25) SFT-D (SHIFT).
Tekan tombol Menu untuk mengubah nilai SHIFT, pilih + atau – dengan menekan tombol panah keatas atau kebawah, dalam contoh ini digunakan nilai SHIFT – (minus).
Tekan tombol Menu untuk menyimpan perubahan.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu. Perhatikan bahwa akan ada tanda minus (–) yang muncul pada bagian atas display.
Masukan nilai frekuensi RX yang akan digunakan dari mode VFO. Dalam hal ini frekuensi 439.000 MHz
Setting Nomor Kanal Memori, tekan tombol Menu diikuti angka 2 dan angka 7 (Menu #27).
Tekan tombol Menu lagi untuk melakukan pemilihan nomor kanal memori yang akan digunakan untuk menyimpan keseluruhan settingan. Misalnya pilih kanal memori #18. Catatan: pastikan untuk memilih kanal memori yang akan digunakan ini masih kosong/belum terisi/terpakai. Jika masuk pada Menu #27, tekan tombol keatas atau kebawah sampai diperoleh tulisan MEM-CH dan baris dibawahnya hanya tertulis angka misal 018, artinya kanal memori ini masih kosong. Jika tedapat tulisan CH- didepan angka 018 (CH-018), maka memory #18 telah terpakai. Untuk dapat menggunakan kanal memori tersebut harus dilakukan penghapusan. Dalam petunjuk ini dibahas contoh penggunaan dengan kanal memori yang masih kosong saja.
Simpan Frekuensi RX – setelah berada pada Menu #27 dan telah memilih kanal memori yang kosong. Tekan tombol Menu sekali lagi untuk menyimpan frekuensi RX yang hendak digunakan. Pada saat menekan tombol Menu akan terdengar suara pemberitahuan “Receiving Memory” dari speaker radio, dan terdapat tambahan tulisan CH- didepan angka 018 (CH-018), memori #18 telah terpakai. Sampai pada langkah ini frekuensi RX repeater telah disimpan pada kanal memori nomor 18.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Langkah yang berikut ini adalah langkah yang terpenting. Pastikan bahwa tetap berada di mode VFO dan frekuensi yang tampil pada display A (display frekwensi bagian atas) adalah frekuensi RX, dalam contoh ini 439.000 MHz.
Tekan tombol *SCAN. Setelah menekan tombol ini, akan muncul tulisan huruf R dibagian atas layar dibelakang tanda –. (–R) dan tampilan frekuensi akan berubah menjadi 437.000 (MHz), minus 2.000 MHz dari 439.000 (MHz). Nilai frekuensi ini adalah frekuensi TX yang akan disimpan pada kanal memory #18.
Catatan: jika tombol *SCAN ditekan dan terjadi proses scan maka perlu dilakukan pengnonaktifan fungsi dengan tulisan biru pada keypad. Tekan dan tahan tombol A/B (tombol warna biru) dan tekan tombol *SCAN. Jika tombol *SCAN ditekan lagi tidak akan melakukan scanning tetapi akan mengaktifkan menu Reverse (R).
Tekan tombol Menu diikuti angka 2 dan angka 7 (Menu #27) MEM-CH (atau hanya tombol Menu saja, jika Menu terakhir yang digunakan adalah Menu #27: MEM-CH). Pastikan kanal memori CH-018 yang terpilih/tampil.
Tekan tombol Menu untuk masuk ke setting Menu MEM-CH, pastikan CH-018 yang terpilih/tampil.
Tekan tombol Menu sekali lagi untuk menyimpan frekuensi TX pada kanal memori #18. Pada saat tombol memori ditekan akan terdengar suara “Transmitting Memory” dari speaker radio. sampai disini frekuensi TX 437.000 (MHz) telah disimpan juga ke kanal memori nomor #18.
Tekan tombol Exit untuk keluar dari Sistim Menu.
Proses setting selesai.
Untuk menggunakan settingan kanal nomor 18 yang telah dibuat. Tekan tombol V/M untuk berpindah ke mode Channel. Pilih kanal memori nomor 18 dan lakukan uji coba. Catatan, pastikan bahwa pada display di bagian atas terdapat tanda +-. Jika PTT ditekan untuk TX maka frekuensi yang digunakan akan otomatis berpindah ke 437.000 (MHz), sedangkan pada kondisi monitor / RX frekuensi yang digunakan adalah 439.000 (MHz). Juga pada saat TX akan muncul tulisan CT pada bagian kiri layar display. Ini menandakan bahwa Tone CTCS (94.8 Hz) digunakan pada saat TX untuk mengaktifkan fitur Tone Squelch yang digunakan oleh repeater.
Selamat mencoba (YB8XOB).
MODIFIKASI PC POWER SUPPLY 12V MENJADI 13.8V
MODIFIKASI PC POWER SUPPLY 12V MENJADI 13.8V
Pilihan modifikasi power supply (ps) switching PC diambil dengan pertimbangan sbb:
mudah diperoleh dan berharga relatif murah
effisiensi switching yang tinggi
ukuran yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan bila dibandingkan dengan kemampuan arus yang sama bila menggunakan trafo konvensional
PS yang dapat dimodifikasi pada penjelasan berikut adalah PS yang menggunakan IC TL494 atau K7500 atau yang sejenis sebagai IC smpsnya, walaupun dengan prinsip yang sama dapat diterapkan pada ps yang lain. Buat rekan-rekan amatir radio mungkin ini bisa jadi solusi mur mer untuk rig nya, tidak perlu beli ps yang mahal-mahal.
cara modifikasi:
lepaskan ps dari chassing dan pastikan sudah cukup waktu bagi capasitor tegangan tinggi untuk mengosongkan isinya
buka penutup chassing PS dan perhatikan chips spms
perhatikan resistor2 disekitar pin 1 IC smps, nilai resistor sengaja tidak saya sebutkan karena bisa berbeda antara satu merek dengan yang lainnya
lepas resistor yang menghubungkan pin 1 dengan tegangan 5V dan 12V (perhatikan ilustrasi skema berikut)
TL494 feedback
resistor yang menghubungkan pin 1 ke ground tidak perlu dilepas.
ganti resistor yang menghubungkan pin 1 dan 12V dengan multiturn resistor 50K setelah sebelumnya diatur sehingga memberikan nilai kurang lebih 25K (pin tengah dihubungkan ke salah satu pin yang dipinggir)
ganti resistor feedback dengan VR multiturn
nyalakan ps dan ukur keluaran 12V (kabel berwarna kuning) lalu atur multiturn hingga bacaan tegangan 12V menjadi 13.8V
13.8V dari PC power supply
bila diinginkan maka kabel-kabel untuk tegangan lain 3.3V, dan 5V bisa dilepas
silahkan gunakan chasing baru baru bila diinginkan atau bisa ditambakan instrument volt dan ampere meter atau bisa juga ditambahkan LCD dsb.
bentuk akhir bisa ditambahkan LCD untuk bacaan tegangan dan arus
Charger Aki Dari PSU Komputer
Aslinya sih mau beli charger aki otomatis yang biasa dijual di toko elektronik, tapi sekali diliat harganya kelewatan banget mahallnya :3 , lagian yang di pasar juga rata-rata masih pake trafo konvensional yang berat owowow hehe.., ada yang pake switching juga sih, tapi ya itu, mahall wkwk
Jadi saya sampai pada satu pemikiran : PSU komputer ! Ya, PSU komputer kan bisa menghasilkan daya hingga ratusan watt. Jika kita asumsikan PSU yang abal abal masih mampu memberikan output 12v sekitar 150 watt, setidaknya PSU mampu menghantar arus sebesar 150/12 = ±12ampere lah. So, kalo mau ngecas aki truk yang 100 ampere palingan perlu 8-10 jam juga udah kelar..
Masalahnya, PSU memiliki output tegangan DC senilai 3v3, 5v, dan 12v. Charger aki yang dibutuhkan adalah untuk 12v. "Loh kan artinya tinggal sambung kabel 12v langsung ke aki beres toh?" Ra iso ! Aki 12v memerlukan tegangan pengisian ± 13v8, jadi output PSU harus diatur ke 13,8 volt. "Trus gimana cara ngaturnya?" Wis gampang itu hehehe..
Penasaran? Lanjut aje gan..
Alat dan bahan yang diperlukan :
PSU komputer (ya ialah ew..), boleh yang bekas atau baru, seri AT atau ATX, dalam modifikasi saya menggunakan yang ATX. Dalam hal ini, saya menggunakan PSU Merek Power*Logic yang menggunakan IC KA7500 sebagai regulator.
Bahan-Bahan :
1. Power*Logic Magnum Pro
2. Multimeter, disarankan yang digital gan.
3. Solder, timah, Lotfett, desoldering pump
4. Resistor 8,2 kohm atau 10 kohm
5. Resistor 100 ohm
6. Resistor 330 ohm
5. Potensio 20 kohm.
6. Kabel secukupnya
7. Heatshrink (disarankan, tidak wajib).
Langkah kerja :
Pastikan medan kerja sudah disiapkan dan fasilitas ground /arde sudah disiapkan untuk mengamankan peralatan.
PENTING ! Pastikan perangkat PSU tidak dihubungkan ke aliran listrik. Jika terhubung, segera cabut dan tunggu beberapa saat hingga kapasitor utama mengalami pengosongan muatan.
Buka perangkat PSU dengan hati-hati. Perhatikan warna kabel yang terhubung. Untuk memudahkan pekerjaan, saya mencabut semua kabel kecuali kabel Power On.
Tabel warna kabel PSU
Panaskan solder, kemudian lepas semua sambungan kabel.
Cari jalur resistor dan dioda zener yang terhubung dengan output tegangan 3v3 dan 5v. Pastikan jalur resistor dan zener adalah jalur feedback yang menuju ke pin 1 IC KA7500 atau TL494, cabut resistor dan dioda zener tersebut. Biasanya, nilai resistornya adalah 4,7 kOhm untuk 3v3 dan 15kOhm untuk 5v.
Ganti resistor yang terhubung dengan tegangan 12v dengan hambatan baru. Nilai resistor ini biasanya bernilai 20-27 kOhm. Pada kasus saya, nilai resistor adalah 22kOhm.
Buat rangkaian pengganti baru dengan resistor 8,2kOhm dan potensio 20kOhm. Beberapa blog menggunakan resistor 10 kOhm dan potensio 20kOhm. Dengan res 8k2 + pot 20kOhm, PSU bisa menghasilkan tegangan dari 7,5 v hingga 14,6 v, sedangkan dengan res 10kOhm dan pot 20kOhm menghasilkan tegangan 8-14,6v, lewat dari itu, PSU akan shutdown.
Resistor dan zener yang dilepas
Hubungkan rangkaian pengganti dengan kabel penghubung. Pasang potensio pada bodi PSU untuk memudahkan pengaturan tegangan. Perhatikan kabel putih biru diatas.
Karena kipas pendingin berputar dengan tegangan 12v, maka kecepatan putaran akan terpengaruhi oleh tegangan. Agar kipas tidak mudah jebol karena tegangan yang terlalu tinggi, gunakan resistor 100ohm pada positif kipas sebagai pengaman.
Solder kembali kabel 12v dan ground pada rangkaian. Disarankan menggunakan beberapa buah kabel agar lebih tahan terhadap arus yang besar.
Sebagai indikator nyala, saya menggunakan 2 buah lampu LED untuk mengetahui status PSU. Satu LED sebagai indikator standby, satu LED sebagai indikator Power On. LED standby menggunakan tegangan dari +5volt standby, sedangkan LED power on menggunakan tegangan 5volt biasa. Sebagai pengaman LED, gunakan resistor 100-200ohm pada LED standby dan 330 pada LED power on.
Buat switch power dengan cara memasang saklar yang menghubungkan kabel Power On dan Ground.
Rapikan kabel pada rangkaian, bungkus kabel dengan heatshrink untuk merapikan dan mencegah korsleting, kemudian pasang jack konektor untuk memudahkan koneksi kabel.
Charger aki siap digunakan !
Untuk ngecas aki 12v, biasanya diperlukan tegangan 13v8, jadi atur output tegangan dengan potensio hingga mencapai 13v8. Jika tidak ada multimeter, putar habis saja sampe mentok, karena tegangan maksimal hanya 14v6 saja, masih aman buat aki.