Ya Robbi Ya Alimal Hal

Ya Robbi Ya ‘Alimal Hal
مناجاة للإمام الحبيب عبدالله بن علوی الحداد رضي الله عنه
Qosidah Al Imam Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad
¤¤¤ ¤¤¤ ¤¤¤ ¤¤¤

يارب ياعالم الحال
Yâ Robbi Yâ ‘âlimal hâl
Wahai Allah yang mengetahui hal hamba

إليك وجهت الآمال
Ilaika wajjahtul ãmâl
Kepada-Mu aku hadapkan segala cita-cita

فامنن علينا بالإقبال
Famnun ‘alainâ bil iqbâl
Kurniakanlah kami nikmat perkenan dari-Mu

وکن لنا واصلح البال
Wa kun lanâ washlihil bâl
Serta belas kasihan dan tenteramkan hati kami

يارب ياخير گافی
Yâ Robbi Yâ khoiro kâfî
Wahai Allah yang Maha mencukupi

أحلل علينا العوافی
Uhlul ‘alainâl ‘awâfî
Berilah kami sihat afiat

فليس شیئ ثم خافی
Falaisa syai’ tsamma khôfî
Kerana tiada yang sulit atas-Mu

عليك تفصيل وإجمال
‘Alaika tafshîlun wajmâl
Segala sesuatu dalam pengetahuan-Mu

وقد أتاك بعذره
Wa qod atâka bi’udzrihi
Ia telah datang pada-Mu dengan dosa

وبانکساره وفقره
Wa binkisârihi wa faqrih
Dan kesedihan dan kefakirannya

فاهزم بيسرك عسره
Fahzim biyusrika ‘usroh
Angkatlah dengan kemudahan-Mu segala kesusahannya

بمحض جودك والإفضال
Bimahdli jûdik wal ifdlôl
Dengan Berkat kemurahan dan kurnia-Mu

وامنن عليه بتوبة
Wamnun ‘alaihi bitaubat
Kurniakanlah padanya taubat

تغسله من کل حوبة
Taghsilhu min kulli haubah
Yang dapat menghapus segala dosa

واعصمه من شر أوبة
Wa’shimhu min syarri aubat
Jagalah ia dari segala bahaya

لکل ماعنه قد حال
Likulli mâ ‘anhu qod hâl
Dari segala yang akan menimpa padanya

فأنت مولی الموالی
Fâ anta maulâl mawâlî
Engkau adalah Tuhan seluruh hamba

المنفرد بالگمال
Almunfaridi bil kamâli
Yang Esa dalam kesempurnaanMu

وبالعلی والتعالی
Wa bil ‘ulâ watta’âlî
Dalam ketinggian dan keagunganMu

علوت عن ضرب الأمثال
‘Alauta ‘an dlorbil amtsâl
Maha suci Allah dari semua keserupaan

جودك وفضلك وبرك
Jûduka wa fadl-luka wa birruka
Kemurahan, kurnia, dan kebaikan-Mu

يرجی وبطشك وقهرك
Yurjâ wa bathsyuka wa qohruka
Sungguh sangat di harapkan. Murka dan marah-Mu

يخشی وذکرك وشکرك
Yukhsyâ wa dzikruka wa syukruka
Sungguh sangat di takutkan. Berdzikir dan bersyukur pada-Mu

لازم وحمدك والإجلال
Lâzimun wa hamduka wal ijlâl
Adalah lazim, demikian pula memuji dan mengagungkan-Mu

وصل فی کل حالة
Wa sholli fî kulli hâlati
Selawat pada setiap masa

علی مزيل الضلالة
‘Alâ muzîlidl-dlolâlati
Di atas nabi penghapus kesesatan

من کلمته الغزالة
Man kallamat-hul ghozâlat
Kepadanya rusa bercakap

محمد الهادی الدال
Muhammadinil Hâdîd-dâl
Iaitu Muhammad penunjuk jalan

والحمد لله شکرا
Walhamdu lillâhi syukron
Segala puji bagi Allah sebagai tanda syukur

علی نعم منه تتری
‘Alâ ni’amin minhu tatrô
Atas nikmatNya yang tidak putus

نحمده سرا وجهرا
Nahmaduhu sirron wa jahron
Kami memuji padaNya dengan rahsia dan terang

وبالغدو والآصل
Wa bil ghuduwwi wal ãshôl
Siang malam setiap waktu

Trik Windows 10

Cara ganti user name win 10
Netplwiz
lusrmgr.msc

Fastboot
Fastboot flash modem NON-HLOS.bin

Bikin new user name W10
Net user nama user /add
Get -AppXPackage -AllUsers | Foreach {Add-AppXPackage -DisableDevelopmentMode -Register "$($_.InstallLocation)\AppXManifest.xml"}

Command Prompt (Admin)
sfc /scannow
dism /online /cleanup-image /restorehealth

Jalankan File Checker
sfc /scannow

Search tidak fungsi
Services.msc
Windows search - Properties
Startup Type Disabled jadi Automatic (delay start) Apply
Service status - start ok

Anda Buka Regedit > selanjutnya Pilih HKEY_CURRENT-USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows Script Host\Setting.
Nah didalam Setting ada Key Dword yang Bernama Enabled, selanjutnya anda klik kanan dan pilih Modify data, selanjutnya Ganti Angka 0 Menjadi angka 1 untuk mengenabled kan, dan setelah selesai anda pilih OK, dan Close Regeditnya.

Hapus OneDrive Dari Explorer
hKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{018D5C66-4533-4307-9B53-224DE2ED1FE6}

Can't set default printer

Can't set default printer

"Error 0x00000709: “Can’t Set Default Printer” "

1. Klik start=> run => ketik"regedit" (tanpa tanda petik)
2. Pilih HKEY_CURRENT_USER =>Sotfware=>Microsoft=>Windows NT=>CurrentVersion=>Windows.
3. Setelah itu lihat di panel bagian kanan pilih "Device" double klik akan muncul printer yang sebelumnya diset sebagai default printer.
4.Delete "device"
atau jika tidak bisa delete setting "Permision" terlebih dahulu
caranya
1. Klik kanan pada windows NT (di sebelah kiri) -> pilih "Persmision" kemudian centang bagian "full Controls"
2. Baru kemudian Delete Default printer anda

Error tidak bisa klik start menu setelah install Corel X3 di win 10

Intinya error tidak dapat terbukanya start menu dan cortana pada windows 10, yang berefek juga pada tidak dapat di-running kannya aplikasi bawaan windows adalah karena ada kesalahan pada registry, yang diakibatkan oleh proses instalasi aplikasi Corel Draw. Cara memperbaikinya adalah sebagai berikut:

Buka aplikasi regedit dengan cara klik kanan pada menu Windows 10 yang "error", kemudian pilih "Run".

Kemudian pada jendela aplikasi "Run" ketikan Regedit.

Pada aplikasi Registry Editor AKA Regedit, cari tulisan "HKEY_CLASSES_ROOT", klik kanan pada tulisan itu kemudian pilih "Permissions.."

Harusnya, pada jendela Permissions for HKEY_CLASSES_ROOT itu pada list Group or User Name ada "ALL APPLICATION PACKAGE".

Jika tidak ada, maka klik tombol "Add" pada bagian bawah list tersebut, kemudian pada jendela Select Users and Groups, ketikan "ALL APPLICATION PACKAGE" harus sama persis ya, copas aja kalau malas ngetik, kemudian klik tombol Check Names. Kalau gak salah ketik maka akan ada garis bawah pada tulisannya, kemudian klik tombol OK.

Sekarang pada list Permissions for HKEY_CLASSES_ROOT sudah ada tambahan kan? Klik pada list "ALL APPLICATION PACKAGE". Klik Read pada baris Allow, kemudian klik OK.

Restart komputer, dan semua kembali normal.

Malam Lailatul Qodar

Kaidah Menandai Lailatul Qadar Menurut Al-Ghazali

Mahbib, NU Online | Sabtu, 25 Mei 2019

Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah teladan kita dalam melaksanakan ibadah. Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhan, antara lain dengan memperbayak sedekah, membaca Al-Quran, dan i’tikaf.

Hal ini karena di antara keutamaan waktu di bulan Ramadhan adalah adanya pelipatgandaan pahala, dan termudahkannya beramal kebaikan. Anjuran banyak melakukan ibadah ini lebih ditekankan lagi ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan.

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengharap dianugerahi Lailatul Qadar pada bulan yang sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh keduanya adalah ampunan, dan sepuluh akhirnya adalah bebas dari neraka ini. Walaupun, hakikatnya memang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar kecuali Allah ‘azza wajalla. Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya:

تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radliyallahu ‘anha)

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah radliyallahu anha, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ{ هذا لفظ البخاري}

“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” Demikian menurut lafadz Al-Bukhari.

Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu anha:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَجْتَهِدُ فِيْ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.” (HR Muslim)

Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah radliyallahu 'anha:

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ الله

“Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau.”

Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan)”. (HR. Al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha)

Dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut. Beberapa shahabat Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. Maka Rasulullah bersabda:

أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ

“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ” (muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Dalam riwayat Muslim dengan lafazh:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma)

Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:

لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ

“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radliyallahu ‘anhuma, dalam Shahih Sunan Abi Dawud. Sahabat Ubay bin Ka’b radliyallahu ‘anhu menegaskan:

والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامهاهي ليلة سبع وعشرين

"Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27." (HR. Muslim)

Dengan demikian dapat dibuat kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam tanggal ganjil.

Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:

أَنَّهُ قَامَ بِهِمْ لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ، وَخَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ، وَسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ، وَذَكَرَ أَنَّهُ دَعَا أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ خَاصَّةً

“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak salat keluarga dan istri-istrinya pada malam dua puluh tujuh (27).”

Para ulama kemudian berusaha meneliti pengalaman mereka dalam menemukan Lailatul Qadar. Menurut keterangan Fathul Qarib, Hasyiah Al-Bajury, dan Fathul Muin beserta 'Ianatut Thalibin, Imam Syafii menyatakan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, lebih-lebih pada malam ganjilnya, dan yang paling diharapkan adalah pada malam 21, atau 23 Ramadhan.

Di antara ulama yang menyatakan bahwa ada kaidah atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid Al-Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam Abul Hasan as Syadzili. Bahkan dinyatakan bahwa Syekh Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan menyesuai dengan kaidah ini.

Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين
أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين
أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين
أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين
قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة

1. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29

2. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21

3. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27

4. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25

5. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

Syekh Abul Hasan As-Syadzili berkata:

“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut."

Kaidah ini sesuai dengan keterangan dalam Hasyiah al-Jamal, hal. 480:

كما اختاره الغزالي وغيره وقالوا إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو يوم الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين.

Berbeda dari keterangan dalam I'anatut Thalibin dalam halaman 258, kitab Hasyiah al-Bajury dalam juz pertama halaman 304, mencantumkan kaidah lain:

وإناجميعا إن نصم يوم جمعة # ففى تاسع العشرين خذ ليلة القدر
وإن كان يوم السبت أول صومنا#فحادي وعشرين إعتمده بلاعذر
وإن هلّ يوم الصوم فى أحد # ففى سابع العشرين مارمت فاستقر
وإن هلّ بالإثنين فاعلم بأنّه # يوافيك نيل الوصل فى تاسع العشرى
ويوم الثلاثاإن بدا الشهرفاعتمد # على خامس العشرين تحظ بها القدر
وفى الأربعاء إن هلّ يامن يرومها # فدونك فاطلب وصلها سابع العشي
ويوم الخميس إن بدا الشهر فاجتهد # توافيك بعد العشر فى ليلة الوتر

(Jika awal puasanya Jumat maka pada malam ke-29; jika Sabtu maka pada malam ke-21; jika Ahad maka pada malam ke-27; jika pada Senin maka pada malam ke-29; jika Selasa maka pada malam ke-25; jika Rabu maka pada malam ke-27; jika Kamis maka pada sepuluh akhir malam-malam ganjil).

Jika kita mengikuti kaidah ini, malam Lailatul Qadar pada 1440 Hijriah atau 2019 Masehi ini bisa berbeda-beda, tergantung keterangan dari kitab mana yang hendak kita pedomani:

- Mengacu pada keterangan dalam kitab Hasyiah Jamal dan I'anatut Thalibin, Lailatul Qadar insyaAllah jatuh pada malam ke-21 karena awal siang Ramadhan terjadi pada Senin, 6 Mei 2019. Malam ke-21 terjadi pada Sabtu malam, 25 Mei 2019.

- Mengacu pada keterangan dalam kitab Hasyiah al-Bajury , Lailatul Qadar insyaallah jatuh pada malam ke-29 karena awal puasa Ramadhan terjadi pada hari Senin. Malam ke-29 terjadi pada Ahad malam, 2 Juni 2019.

Kaidah ini tercantum dalam kitab-kitab para ulama termasuk dalam kitab-kitab fiqih bermazhab Syafi’i (fiqh Syafi’iyyah). Rumus ini teruji dari kebiasaan para ulama yang telah menemui Lailatul Qadar. Demikianlah ijtihad Imam Al-Ghazali dan disetujui oleh banyak ulama sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab fiqih. Tentang hakikat kepastian kebenarannya, jawaban terbaiknya adalah wallahu ‘a’lam (hanya Allah yang paling tahu). Karena itu, walaupun titik pusat konsentrasi qiyam ramadhan dan ibadah kita boleh diarahkan sesuai dengan kaidah tersebut, hendaknya kita terus mencari malam yang penuh kemuliaan itu di malam atau tanggal apa dan mana pun, dan terutama pada malam ganjil, dan terutama pada malam-malam sepuluh akhir, dan terutama lagi pada malam ganjil di sepuluh akhir.